Inna Nahnu Nazzalna Adz-Zikra Wa inna lahu lahafidzun… (Surat Al-Hijr, Juz ke-14, Ayat 9)
Sesungguhnya kami Menurunkan Adz-Dzikra(Al-Qur’an) dan sengguhnya kami pula lah yang memeliharanya (Surat Al-Hijr, Juz ke-14, Ayat 9) Potongan ayat ini menerangkan bahwa Allah SWT akan selalu memelihara Al-Qur’an yang dalam konteks ini adalah keasliannya, dan oleh karena itu ketika Allah SWT menurunkan Al-Qur’an kepada Nabi Muhammad SAW tidak diturunkan secara langsung melainkan bertahap ayat demi ayat yang lamanya sekitar 23 tahun, hal ini bertujuan agar Nabi Muhammad SAW dapat langsung mempelajarinya, memahaminya dan kemudian menghafalnya, serta mengajarkannya kepada para sahabat karena merekalah yang akan menjutkan estafet dakwah Nabi Muhammad SAW.
Pada zaman Nabi Muhammad SAW banyak sekali sahabat yang hafal Al-Qur’an, hingga pada saat perang UHUD banyak sekali para penghafal Al-Qur’an yang mati syahid, sehingga memacu semangat sahabat2 yang lainnya untuk menghafal Al-Qur’an.. Suatu keadaan yang sangat luar biasa di zaman nabi Muhammad SAW, kalau kita bandingkan dengan keadaan sekarang sangat jauh sekali dibandingkan pada zaman itu.
Yang menjadi tugas kita adalah melanjutkan dakwah para sahabat yang dimana mereka memiliki ghiroh atau semangat yang sangat begitu luar biasanya, bayangkan mereka mau menghafalkan Al-Qur’an yang terdiri dari kurang lebih 600 halaman, sedangkan kita membacanya pun jarang sekali seminggu atau sekali sebulan atau kapan kita ingat saja, padahal Allah SWT sudah menjanjikan pahala yang berlipat ganda untuk hambanya yang membaca Al-Qur’an sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rosulullah SAW bahwa satu huruf Al-Qur’an yang kita baca akan dibalas dengan sepuluh kebaikan Subhanallah…..Bersambung ke part 2(Ridwan Idham)