10 Washiyah agar di Ijabahnya Doa(Part 1)
oleh: Cydra Alfath
Based On Du’aus Sholihin
Pertama : Seyogyanya doa tersebut dipanjatkan pada waktu-waktu yang mulia
diantaranya:
a.Hari arafah
b.Bulan Ramadhan
c.Hari Jum’at
d.Waktu Sahr*
e.Diantara Adzan dan Iqomah
Allah SWT berfirman pada adz-zariyat 18:
“dan pada waktu Sahr* mereka beristighfar(memohon Ampun)kepada Allah”
Dan Rosulullah SAW bersabda:
“Bahwasanya Allah SWT turun ke langit dunia setiap malam ketika sepertiga malam terakhir, seraya ‘Azza Wa Jalla berkata : barangsiapa yang berdo’a kepadaku maka akan aku ijabah do’anya, dan barang siapa meminta kepadaku maka akan kuberikan apa yang dia minta, dan barang siapa yang beristhgfar memohon ampun kepadaku maka akan aku berikan maghfiroh(ampunan)ku.”
Dan dari lisan Nabi Ya’qub AS yang diabadikan didalam Al-Qur’an surat Yusuf:98 “Berkata Nabi Ya’qub AS, aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Rabbku,Sesungguhnya Dia-lah yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dan sebutkan bahwasanya Nabi Ya’qub AS selalu berdoa pada waktu Sahr* dan anak-anaknya turut mengaminkan dibelakangnya, maka Allah ‘Azza Wa Jalla memberikan wahyu kepadanya bahwasanya Allah SWT mengampunkan mereka dan menjadikan mereka(yaitu nabi Ya’qub AS dan anak-anaknya)para Nabi.
(*Waktu Sahr = Identik dengan waktu sahur yaitu 1/3 malam terakhir)
To be continued……